Peringatan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2026, RSUD Jombang Gandeng Komunitas Gema Suara Lakukan Seminar

Jombang,hobbykeren.com – RSUD Jombang gelar Seminar Awam Terpadu RSUD Jombang bersama dengan Komunitas Gema Suara dalam rangka Peringatan Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2026 dengan mengusung tema “Waspada Keterlambatan Bicara Pada Anak: Deteksi Dini dan Penanganannya.” Dibuka secara langsung oleh Direktur RSUD Jombang dr.Pudji Umbaran, M.KP. Dihadiri oleh segenap direksi RSUD Jombang, kepala Puskesmas dan masyarakat awam. Bertempat di Ruang Pertemuan Wahab Hasbulloh RSUD Jombang. Selasa (5/5/2026).

Direktur RSUD Jombang, dr.Pudji Umbaran menyampaikan bahwa hari ini adalah rangkaian kegiatan peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang sudah kita laksanakan sejak tanggal 11 April 2026.

“Hari ini adalah puncak peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang kita laksanakan dengan mengagendakan seminar, baik untuk tenaga medis maupun masyarakat awam. Kita berikan pencerahan berkaitan dengan mulai dari deteksi dini sampai dengan penanganan, ” tutur dr.Pudji Umbaran.

Menurutnya, Tema hari ini sangat luar biasa, yaitu: “Keterlambatan Bicara (Speech Delay) itu Perlu Diwaspadai.” Oleh karena itu perlu diwaspadai dan harus ditemukan secara dini penyebabnya. Dimana anak-anak bukan hanya tumbuh, akan tetapi harus berkembang dengan baik. “Salah satunya adalah alat pendengaran harus berfungsi dengan baik. Dalam peringatan ini, harus ada deteksi dini mulai dari keluarga, oleh karena itu masyarakat awam kita undang, ” ungkapnya.

Tak hanya itu, seminar juga mengundang tenaga medis mulai dari faskes tingkat pertama. ” Karena faskes pertama ini menjadi faskes yang sangat luar biasa ketika mereka bisa mendeteksi dini dan segera melakukan penanganan. Jika ada problem yang tidak tertangani, bisa segera dirujuk. Insyaallah akan terjadi penanganan yang lebih cepat, sehingga dampak dari problem telinga itu bisa ditangani dengan maksimal dan tentu berdampak pada tumbuh kembang yang maksimal. Itu nanti akan membuat kualitas anak luar biasa, ” papar dr. Pudji.

“Harapan kita, mudah-mudahan melalui kegiatan ini, termasuk sosialisasi yang kita lakukan lewat podcast, lewat radio, dan media, masyarakat semakin waspada terkait dengan keterlambatan fungsi bicara (speech delay) pada anak-anak kita, cucu-cucu kita, dan saudara kita semua, ” harapnya.

Salah satu narasumber Purnaning. W. P (SMF Ilmu Kesehatan THT-KL) RSUD Jombang memaparkan tentang Tuli Kongenital, Deteksi Dini dan Penanganan.
“Tuli kongenital berkaitan erat dengan gangguan bicara dan bahasa, serta keterlambatan bicara (speech delay) pada anak. Oleh karena itu, skrining pendengaran sangat penting dilakukan. Tujuannya adalah melakukan skrining pada bayi baru lahir untuk deteksi dini dilanjutkan dengan intervensi dini, ” paparnya.

Target seluruh bayi yang lahir harus menjalani skrining agar kemampuan bicara dan bahasa mereka dapat optimal menyerupai anak normal. Untuk saat ini baru dilaksanakan di beberapa rumah sakit, imbuhnya.

“Gejala dan Kecurigaan Gangguan Pendengaran. Orang tua perlu curiga jika bayi/anak menunjukkan tanda-tanda berikut: Tidak memberi respons terhadap bunyi atau saat dipanggil, keterlambatan bicara (speech delayed) dan perkembangan kosa kata yang kurang. Berbicara tidak jelas atau hanya menggunakan isyarat untuk meminta sesuatu, ” terang Purnaning.

Penyebab dari speech delayed selain gangguan pendengaran bisa disebabkan kondisi lain seperti ADHD, Autisme, retardasi mental, atau disleksia. “Penanganan dan Pencegahan sangat penting. Untuk pencegahan yakni melakukan imunisasi, pemeriksaan kehamilan rutin, dan konseling genetik. Dan penanganan penggunaan alat bantu dengar sedini mungkin, terapi wicara (audioverbal therapy), dan pendidikan yang sesuai dengan kondisi anak, ” pungkasnya.(ret)